Wednesday, November 7, 2007

Walimatussafarhajj…

Walimatussaffarhajj, begitulah biasa orang menyebutnya, dan kalau dikampung saya biasa disebut “Ratiban”. Walimatussfarhajj atau Ratiban ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan ritual bagi ummat islam yang akan menunaikan rukun islam yang ke lima, yaitu Ibadah Haji. Saya pribadi melihat kegiatan ini merupakan suatu media untuk melakukan silaturrahmi dan permohonan maaf calon haji kepada masyarakat sekitar rumah kediaman calon haji dan keluarganya. Saya sendiri belum tahu persis apakah ini merupakan tradisi masyarakat kita atau memang hanya fenomena tradisi yang berkembang belakangan ini.

Sampai saat ini, saya masih belum menemukan dalil yang secara langsung men-sunnah-kan kita mengadakan acara ritual khusus yang disebut sebagai walimatussafar atau ratiban ini. Saya tidak menemukannya baik di dalam Al-Quran maupun di dalam hadits nabi SAW. Dalam pandangan saya, kalau pun praktek mengundang tetangga atau kerabat menjelang kepergian dilakukan, mungkin lebih dimotivasi karena ingin melakukan perpisahan sambil melakukan penyampaian maaf dan washiat. Sebab melakukan perpisahan, memohon maaf dan berwashiat menjelang safarhajj (perjalanan haji) memang bagian dari hal yang dianjurkan, dengan harapan agar kita terbebas terlebih dahulu dari kesalahan dan kekhilafan yang barangkali pernah kita perbuat. Sehingga, kita diharapkan telah benar-benar bersih dan siap untuk memenuhi panggilan allah. Labbaik, allahumma labbaik….

Konon, memang yang paling baik adalah mendatangi satu demi satu, pintu demi pintu seluruh tetangga yang di sekitar kita maupun sanak family untuk memohon maaf dan memberitahukan jika kita insyaa allah akan menunaikan ibadah haji. Tapi apakah mungkin, kalau kita harus mendatanginya satu per satu, pintu demi pintu, sementara begitu banyak masyarakat di sekitar kita, di satu kelurahan saja. Apalagi, sanak family kita yang bisa jadi tersebar di berbagai kota.
Ada sebagian masyarakat, termasuk ada salah satu anggota keluarga kami pun yang kurang setuju dengan acara seperti ini. Karena menurut sebagian orang , dikhawatirkan malah jadi bersifat “RIA” (ingin dipuji oleh masyarakat). Ya, kalau saya pikir sih, itu semua kan tergantung niatnya saja. Ya kan ? Innamal A’malu Binniyaat, segala amal perbuatan itu tergantung niatnya. Wallahu a’laam bis-shawaab…

Dengan niat baik serta persiapan yang singkat dan sederhana, minggu, 4 Nopember 2007, keluarga besar mertua saya mengadakan acara walimatussafarhajj ini dalam rangka keberangkatan kedua orang tua istri saya, Bapak Wasro bin Maoed dan Ny. Fatonah binti Sadnan. Acara hari ini dilakukan secara sederhana dan mengundang masyarakat di sekitar kediaman mertua saya serta sanak keluarga. Insya allah, kalau tidak ada halangan kedua orang tua kami akan berangkat menuju embarkasi Asrama Haji Pondok Gede pada tanggal 17 Nopember 2007. Selamat menjadi tamu Allah (Dhuyufullah), Selamat menunaikan ibadah haji, semoga menjadi haji yang mabrur dan mabrurah…

Jakarta, 05 Nopember 2007

No comments: