Wednesday, January 14, 2009

Tour of Duty – Bali (2001, 2003, 2007)

Jalan-jalan ke Bali, memang sangat menarik. Hampir semua orang, akan slalu bersemangat jika kebetulan dapat tugas melakukan perjalanan dinas ke Denpasar. Cukup beralasan memang, kalau Bali ini begitu menarik untuk sebagain besar orang, karena Bali merupakan salah satu tujuan wisata yang begitu menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan domestic bahkan internasional. Walaupun ke Balinya dalam rangka tugas kantor, mereka tetap berharap bisa curi-curi waktu untuk keliling ke beberapa obyek wisata di bali yang memang tidak memerlukan waktu yang begitu banyak untuk dapat mengunjunginya.
Ini adalah perjalanan kali ketiga dalam rangka tugas. Perjalanan pertama tahun 2001 dalam rangka workshop pekerjaan “Penyelenggaraan Penataan Ruang Wilayah di Era Desentralisasi” dari Direktorat Jenderal Penataan Ruang - Departemen Kimpraswil (sekarang DPU), perjalanan kedua pada tahun 2003 dalam rangka workshop pekerjaan Penyusunan Corporate Plan PDAM Wilayah Timur dari Direktorat Air Minum – Departemen PU.

Seminar Nasional “Kebijakan Sektor ESDM dalam Kerangka Kebijakan Ekonomi Nasional”

Perjalanan saya kali ini pun dalam rangka pelaksanaan seminar nasional pekerjaan dari Departemen ESDM yang sedang ditangani oleh kantor tempat saya bekerja. Seminar ini akan dilaksanakan tanggal 31 Oktober 2007. Saya bersama teman2 dari ESDM berangkat satu hari sebelumnya, yaitu 30 Oktober 2007. Sebagian dari kami ada yang berangkat dengan penerbangan yang pagi, sementara saya dan andri (ESDM) memilih berangkat dengan pesawat yang siang karena kebetulan ada beberapa pekerjaan kantor yang mesti saya selesaikan terlebih dahulu.
Kurang lebih 1 jam 50 menit penerbangan Jakarta-Denpasar, akhirnya saya pun sampai di Bandara Ngurah Rai – Bali sekitar pukul 17.00 WITA. Saya dan Andri pun langsung menuju Hotel Inna Bali tempat yang sudah di booking sebelumnya. Sesampainya di Hotel, ternyata disana sudah berkumpul teman-teman dari Dep. ESDM, Brighten Institute, LPKP (Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik). Saya langsung bergegas ke resepsionis untuk mengambil kunci kamar dan langsung bersih-bersih badan dan sholat magrib, karena teman-teman lain sudah menunggu untuk siap-siap makan malam.
Malam itu, kami semua menuju ke Jimbaran untuk makan malam dengan menu khasnya. Rupanya, teman-teman dari Sub Dinas Pertambangan Bali sudah memesan terlebih dahulu, sehingga kami tidak perlu berlama-lama menunggu hidangan makan malam. Mulai dari ikan bakar, cumi bakar, sop kepiting, dan entah apa lagi namanya, karena begitu banyak sekali menu yang sudah dipesan, sampai-sampai saya tidak sempat tanya lagi menunya, pokoknya kita makan he he.
Selesai makan malam, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat dan sementara saya dan teman-teman dari Dep. ESDM (Pa Endang dan Pa Safi’i) menyiapkan lay out ruangan dan peralatan sepeti notebook, infocus, dsb. yang akan digunakan acara seminar besok pagi. Tepat pukul 14.00 WITA kami baru selesai dan kami pun menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.
Rabu, 31 Oktober 2007, Acara seminar nasional berjalan dengan lancar sehari penuh dan sesuai dengan agenda yang sudah direncanakan. Kami semua merasa senang karena acara berjalan sesuai dengan rencana tanpa ada halangan apapun. Sebagian teman-teman ada yang langsung kembali ke Jakarta pada sore dan malam hari itu juga, sedangkan kami berenam (Saya, Andri, Safii, Endang, Agus dan Iwan) baru akan kembali ke Jakarta besok siang, jadi kami masih satu malam lagi di Bali.
Besoknya, pagi-pagi sekali kami semua sudah siap-siap untuk chek out dan sambil mampir ke beberapa tempat untuk membeli oleh-oleh dan refreshing. Hari itu, kami hanya sempat mampir ke Kios Erlangga dan Tanah Lot, karena kami harus sudah ada di Bandara sebelum jam 13.00 WITA. Tapi, lumayan juga sih, kami masih sempat beli beberapa oleh-oleh khas Bali.

Bali - Tempat Favorit untuk Workshop/Seminar/Meeting

Bali memang salah satu tempat favorit untuk sebagian besar instansi pemerintah maupun swasta dalam hal pelaksanaan workshop, seminar, diseminasi atau apapun nama sejenisnya. Terbukti, tiga kali kunjungan kerja yang saya lakukan ke Bali ini pun dalam rangka kegiatan workshop dan seminar pekerjaan yang saya tangani. Walau pun, sebetulnya mengadakan seminar di Bali ini ada tidak bagusnya, yaitu biasanya peserta tidak sepenuhnya concern dengan substansi melainkan lebih berpikir “kita mau jalan2 kemana nih..” he he (pengalaman pribadi kali ya…).
Terlepas dari itu semua, yang pasti selama kunjungi ke Bali, saya juga sudah beberapa kali menyempatkan untuk mengunjungi beberapa obyek wisata yang ada di Bali termasuk menikmati suasana malam di Kuta dan Sanur. Ya.. namanya juga Bali (Banyak Libur), jadi ya pikirannya kepengen liburan aja alias enjoy aja… Coba bayangin aja, kita mau makan malam aja… dimanapun itu mau di cafĂ©, di jimbaran, pasti disitu langsung aja datang para “pengamen professional” yang dengan kepiawaiannya membawakan lagu-lagu bernuansa reagge, R & B, dan country yang membuat kita betul-betul menikmati suasana “dinner”.

Obyek Wisata dan Pernak-Pernik Bali

Ini hanya sebagian kecil mengenai Bali yang saya ketahui dari berbagai sumber dan dari hasil beberapa kali kunjungan saya ke Bali. Kalau dari Obyek Wisatanya, saya pernah mengunjungi obyek wisata seperti ; Danau Bedugul, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ulu Watu, Tanah Lot, Taman Burung, dan Pasar Seni Sukawati.

DANAU BERATAN BEDUGUL

Kalau mau cari tempat yang sejuk di Bali, jalan-jalan aja ke Bedugul. Salah satu tempat tertinggi di Bali dengan hamparan pegunungan dan danaunya yg sangat indah, yaitu Danau Beratan. Kalau dari Kuta sekitar 2 jam perjalanan. Lumayan jauh memang. Bedugul berada di desa Candikuning, Tabanan, merupakan perbatasan antara kab.Tabanan dgn kab.Buleleng. Suhu rata-rata di daerah Bedugul siang harinya berkisar 18-22 derajat Celcius. Lumayan dingin untuk ukuran di Bali. Apalagi kalau pas lagi hujan dan angin, tambah dingiiinnn….
Tiket masuk per-orang adalah sekitar Rp. 7.500.- utk domestik dan Rp. 10 rb utk orang bule. Setelah membayar tiket, kita akan melihat sebuah taman yg sejuk dan hijau banget dengan bunga2 beraneka ragam. Melewati jalan setapak, kita akan mencapai sebuah gapura besar yg merupakan pintu masuk menuju Pura Ulundanu.
Pemandangan alam Danau Beratan yg ada di Bedugul ini sangat indah. Hamparan danau sedalam 23 meter membuat mata menjadi sejuk dan damai. Belum lagi ada sebuah pura luhur yaitu pura Ulundanu yg berada ditengah2 danau. Wow…cantik sekali. Pura Ulundanu adalah tempat pemujaan untuk Dewi Danu atau Dewi Sri sebagai dewi kemakmuran yg dibangun sekitar abad XVI. Pura ini memiliki atap (meru) sebanyak 11 tingkat.
Kunjungan saya ke sini yaitu tahun 2001, waktu ada acara workshop sama teman Ditjen. Penataan Ruang – DPU, yaitu Bu Yusmi, Pa Safik, Bu Anna, Saya dan Pa Novri.

GARUDA WISNU KENCANA (GWK)
Kita tahu, Bali memang terkenal sebagai gudangnya pematung kelas dunia. Patung yg ada di Bali biasanya terbuat dari kayu maupun batu dengan ukiran khas Bali yg sangat etnik. Ada sebuah patung yg bagi saya cukup unik dan tentu saja sangat buesaaarrr…yah Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). GWK terletak di daerah Bukit Ungasan, Pecatu. Ga jauh kok dari Kuta, paling sekitar 30 menit. Daerah Ungasan & Pecatu adalah daerah bukit kapur yg sangat tandus. Diatas bukit inilah, Nyoman Nuarta, seorang dosen di ITB Bandung (CMIIW) menuangkan idenya membuat sebuah taman budaya (culture park) dengan sebuah patung raksasa didalamnya. Patung Ini adalah patung Garuda Wisnu Kencana.
Menurut yang saya baca, Wisnu=Dewa Pemelihara dalam Hindu, Garuda=kendaraan dewa Wisnu, sedangkan Kencana=Emas. Jadi Garuda Wisnu Kencana adalah patung dewa Wisnu menaiki burung Garuda sbg kendaraannya dan berwarna keemasan. Patung ini rencananya berketinggian 146 meter dan merupakan patung tertinggi di dunia. Cuman saat ini yg baru jadi hanyalah patung dewa Wisnu setengah badan tanpa tangan (22 meter) dan patung kepala garuda saja.
Areal GWK dikelilingi oleh bukit2 kapur yg dibelah-belah sedemikian rupa. Saya juga heran gimana mereka bisa melakukan hal itu. Belahan bukit berbentuk balok2 kubus ini memang didesain sedemikian rupa sbg sebuah seni yg akan diukir dgn gambaran relief epic Mahabarata dan Ramayana. Hamparan potongan bukit ini mengapit panggung terbuka (Lotus Pond) yg merupakan tempat diadakannya event-event tertentu spt konser musik, gala dinner, dll. Disini juga sering dilakukan pemotretan utk pra wedding, lokasi dan settingnya lumayan keren sih…
Dari ketinggian lokasi GWK, kita akan melihat hamparan pemandangan pulau Bali bagian selatan. Terlihat bagaimana laut mengapit Bali, disebelah kiri juga nampak bandara Ngurah Rai dgn pesawat turun naik, kemudian Kuta, Jimbaran. Disisi kanan terlihat Nusa Dua, Benoa, dan tentu saja pemandangan Kota Denpasar.

ULUWATU (PURA, KERA, KECAK & SUNSET)
Uluwatu adalah obyek yang sangat menarik dibandingkan dengan obyek wisata lain di Bali. Uluwatu merupakan sebuah peninsula dengan pemandangan pura Uluwatu di atas cliff (karang batu) yg sensasional banget.
Kata Uluwatu berasal dari kata Ulu=Ujung dan Watu=Batu. Memang kalau diperhatikan posisi Uluwatu adalah diujung bawah barat Pulau Bali yg berupa tebing2 batu karang dengan hamparan Samudera Indonesia yg airnya biru gelap…. Coba Bayangin aja, tebing karang setinggi kurang lebih 60 meter dan laut lepas yg ombaknya gede banget, wow…eksotik banget.
Uluwatu masuk dalam wilayah Desa Pecatu, kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung. Kalau dari Kuta sekitar 30 menit. Arah ke Uluwatu sejalur dengan GWK. Jadi kalau pernah ke GWK, langsung aja ke atas kira 2 15 menit-an sampe deh di Uluwatu.

Di areal Uluwatu ini juga terdapat sekawanan kera yg jumlahnya sekitar 300-an ekor. Monyet disini cukup nakal, sukanya iseng ngambilin kacamata, topi, ikat rambut, dan anting2 para turis. Itu saja yg dia doyan, yg lain seperti kamera, handycam, tas…dicuekin. Makanya, saya selalu pegang tongkat kayu untuk ngusir monyet-monyet itu. Jadi hati2 dengan barang andaDiembat si nyomet kan berabe, kagak bisa liat eksotiknya Uluwatu. Tapi tenang, trick yg paling ampuh menjauhkan bahaya si monyet adalah dengan membawa batangan/tongkat kayu yg banyak terdapat disini. Ambil aja dan bawa, si nyemot bakalan keder deh, ga berani deket.Oh yah, tiket masuk ke Uluwatu IDR 3.000.-/person. Karena kawasan suci, pengunjung diwajibkan memakai kain dan selendang yg sudah disediakan disana. Yg bercelana pendek akan dipakaikan kain warna ungu kemudian diikat pake selendang kuning. Sedangkan yg memakai celana panjang (paling tidak melewati lutut), cukup pake selendangnya aja. Di lokasi tiket, biasanya kita dikasih tahu ama yg jaga untuk melepas topi, kacamata ataupun ikat rambut…biar ga dicuri ama monyet. Ada juga papan gede yg berisikan warning ttg hal ini.Uluwatu paling indah kalau dinikmati saat sore hari khususnya SUNSET time… Di Bali, one of the best place to see the sunset is Uluwatu. Apalagi kalau anda menikmatinya sembari menonton pertunjukan tari Kecak di sekitar pura…wow, makin mantap!! Penasaran dengan tari kecaknya gimana…ntar yah saya tulis khusus.